![]() |
| Ruang-ruang kelas di Sekolah Citra Alam/Fandy Hutari. |
“Bapak bisa bahasa Inggris?” tanya seorang murid sekolah Citra Alam
kepada staf Lingkungan Hidup sekolah Citra Alam, Madani.
“Tidak. Bapak bisanya
bahasa pohon,” jawab Madani.
“Kamu kalau buang sampah di mana?” tanya Madani
kemudian.
“Ya, di tong sampah dong, Pak,” jawab murid itu.
“Iya, betul. Kalau
sampai buang sampah sembarangan, hukumannya menanam lima pohon,” kata Madani.
Perbincangan itu terekam di sekolah
Citra Alam, Jalan Damai II/54, Ciganjur, Jakarta Selatan. Madani yang akrab
disapa Mamad bekerja dari 2001 di sini. Dia sehari-hari bertugas menjaga dan
merawat lingkungan di sekolah Citra Alam. Tanah sekitar dua hektare ini
sepintas mirip hutan kota. Sekitar 120 jenis pohon tumbuh di lingkungan sekolah.
kepada staf Lingkungan Hidup sekolah Citra Alam, Madani.
“Tidak. Bapak bisanya
bahasa pohon,” jawab Madani.
“Kamu kalau buang sampah di mana?” tanya Madani
kemudian.
“Ya, di tong sampah dong, Pak,” jawab murid itu.
“Iya, betul. Kalau
sampai buang sampah sembarangan, hukumannya menanam lima pohon,” kata Madani.
Perbincangan itu terekam di sekolah
Citra Alam, Jalan Damai II/54, Ciganjur, Jakarta Selatan. Madani yang akrab
disapa Mamad bekerja dari 2001 di sini. Dia sehari-hari bertugas menjaga dan
merawat lingkungan di sekolah Citra Alam. Tanah sekitar dua hektare ini
sepintas mirip hutan kota. Sekitar 120 jenis pohon tumbuh di lingkungan sekolah.
Di dalam, berbagai fasilitas tersedia, mulai dari ruang kelas, lapangan basket,
mushola, sarana outbond, kantin, ruang guru, dan sebagainya. Bangunan kelas dan
ruang guru dibuat dari bahan kayu dan batu. Kelasnya, terdapat jendela-jendela
besar, dan agak terbuka. Lapangan kecil dijadikan area untuk belajar bersama.
Pendopo-pendopo juga dibangun untuk sekadar orang istirahat.
mushola, sarana outbond, kantin, ruang guru, dan sebagainya. Bangunan kelas dan
ruang guru dibuat dari bahan kayu dan batu. Kelasnya, terdapat jendela-jendela
besar, dan agak terbuka. Lapangan kecil dijadikan area untuk belajar bersama.
Pendopo-pendopo juga dibangun untuk sekadar orang istirahat.
![]() |
| Kantin di Sekolah Citra Alam/Fandy Hutari. |
Ada
tiga jenjang pendidikan di sekolah ini, Playgroup/TK, SD, dan SMP. Di bagian
atas, diperuntukan sebagai area Playgroup/TK. Masuk ke dalam, ada anak tangga
yang menurun ke bawah. Terdapat sungai kecil dan jembatan gantung untuk
menyeberang. Di sini, ada beberapa ruang kelas untuk SD dan SMP yang terbuka,
ruang guru yang berbahan rumah panggung kayu,kantin, mushola, lapangan basket,
dan lapangan kecil untuk aktivitas siswa.
tiga jenjang pendidikan di sekolah ini, Playgroup/TK, SD, dan SMP. Di bagian
atas, diperuntukan sebagai area Playgroup/TK. Masuk ke dalam, ada anak tangga
yang menurun ke bawah. Terdapat sungai kecil dan jembatan gantung untuk
menyeberang. Di sini, ada beberapa ruang kelas untuk SD dan SMP yang terbuka,
ruang guru yang berbahan rumah panggung kayu,kantin, mushola, lapangan basket,
dan lapangan kecil untuk aktivitas siswa.
Di dekat mushola beberapa siswa
sedang asyik belajar menanam tumbuhan. Terdapat aneka tumbuhan di lahan kecil ini. Mayoritas sayuran. Lahan
kecil ini diberi nama Green House. Lalu, di dekat lapangan pinggir sungai ada
pula bangunan rumah bilik yang diberi nama Rumah Jamur. Di belakang Rumah Jamur
terdapat area pengolahan sampah untuk dijadikan pupuk kompos.
sedang asyik belajar menanam tumbuhan. Terdapat aneka tumbuhan di lahan kecil ini. Mayoritas sayuran. Lahan
kecil ini diberi nama Green House. Lalu, di dekat lapangan pinggir sungai ada
pula bangunan rumah bilik yang diberi nama Rumah Jamur. Di belakang Rumah Jamur
terdapat area pengolahan sampah untuk dijadikan pupuk kompos.
“Ini
anak-anak sedang menanam benih. Memindahkan ke polibag. Begitu panen, mereka
bisa mengolahnya,” kata Direktur Pengembangan Program dan Tata Artistik, Ary
Oktavienasasi.
anak-anak sedang menanam benih. Memindahkan ke polibag. Begitu panen, mereka
bisa mengolahnya,” kata Direktur Pengembangan Program dan Tata Artistik, Ary
Oktavienasasi.
Di sekolah ini, kata Ary, para siswa mengaplikasikan mata
pelajaran yang diberikan di kelas ke lapangan.
pelajaran yang diberikan di kelas ke lapangan.
![]() |
| Aktivitas siswa Sekolah Citra Alam/Fandy Hutari. |
“Jadi, itu akan menjadi
pembelajaran menyeluruh bukan hanya di pendidikan lingkungan hidupnya, tapi ada
science, ada matematika. Semua masuk ke kurikulum. Bagaimana supaya tumbuh,
berarti ada unsur haranya, science-nya masuk.”
pembelajaran menyeluruh bukan hanya di pendidikan lingkungan hidupnya, tapi ada
science, ada matematika. Semua masuk ke kurikulum. Bagaimana supaya tumbuh,
berarti ada unsur haranya, science-nya masuk.”
Sekolah
Citra Alam berdiri pada 2001. Pada 2009, mereka mendapatkan Anugerah Adiwiyata
Mandiri dari Kementerian Lingkungan Hidup. Menurut
Ary, anak-anak diajarkan mengenal pangan lokal dan sehat di sekolah ini. Mereka
membuat inovasi menu. Konsep awal sekolah ini sebenarnya tidak ada kantin. Kata
Ary, awalnya para siswa diminta membawa bekal dari rumah.
Citra Alam berdiri pada 2001. Pada 2009, mereka mendapatkan Anugerah Adiwiyata
Mandiri dari Kementerian Lingkungan Hidup. Menurut
Ary, anak-anak diajarkan mengenal pangan lokal dan sehat di sekolah ini. Mereka
membuat inovasi menu. Konsep awal sekolah ini sebenarnya tidak ada kantin. Kata
Ary, awalnya para siswa diminta membawa bekal dari rumah.
“Kemudian berjalan waktu,
orangtua semakin sibuk. Kita membutuhkan bantuan untuk menyediakan kantin
sehat. Di situ kemudian hadirlah kantin sekolah. Jadi intinya untuk membantu
anak-anak yang tidak membawa bekal.”
orangtua semakin sibuk. Kita membutuhkan bantuan untuk menyediakan kantin
sehat. Di situ kemudian hadirlah kantin sekolah. Jadi intinya untuk membantu
anak-anak yang tidak membawa bekal.”
![]() |
| Rumah Jamur/Fandy Hutari. |
Menurut Ary, konsep makanan di kantin
menyehatkan.
menyehatkan.
“Tanpa bahan-bahan kimia. Itu kiita seleksi dari awal. Termasuk
mengandung nutrisi. Jadi ada persyaratannya bagi orang-orang yang ingin menitipkan
makanannya di kantin ini. Termasuk kemasan plastik,” katanya.
mengandung nutrisi. Jadi ada persyaratannya bagi orang-orang yang ingin menitipkan
makanannya di kantin ini. Termasuk kemasan plastik,” katanya.
Selain itu, kantin
ini juga sebagai tempat pembelajaran ke orangtua bagaimana mengajarkan
anak-anaknya ke pangan lokal.
ini juga sebagai tempat pembelajaran ke orangtua bagaimana mengajarkan
anak-anaknya ke pangan lokal.
Sedangkan
kebun sekolah, menurut Direktur Pendidikan yang juga mantan Kepala Sekolah Citra Alam Jamilun, konsepnya ingin ada hutan yang bisa berpotensi
memproduksi oksigen yang diperlukan, juga bisa menjadi paru-paru kota. Area
sekolah Citra Alam secara alami sudah ditumbuhi pepohonan.
kebun sekolah, menurut Direktur Pendidikan yang juga mantan Kepala Sekolah Citra Alam Jamilun, konsepnya ingin ada hutan yang bisa berpotensi
memproduksi oksigen yang diperlukan, juga bisa menjadi paru-paru kota. Area
sekolah Citra Alam secara alami sudah ditumbuhi pepohonan.
“Tapi ada (kebun) khusus,
yang tadi (Green House). Beberapa area memang khusus untuk memproduksi
tanaman-tanaman yang produktif secara hasil untuk diolah menjadi panganan kita
di sekolah,” kata Jamilun.
yang tadi (Green House). Beberapa area memang khusus untuk memproduksi
tanaman-tanaman yang produktif secara hasil untuk diolah menjadi panganan kita
di sekolah,” kata Jamilun.
“Semuanya terkait, dari kebun kita olah menjadi
makanan di kantin sehat atau mengolah sendiri di rumah, sampahnya kita olah
jadi kompos,” kata Ary.
makanan di kantin sehat atau mengolah sendiri di rumah, sampahnya kita olah
jadi kompos,” kata Ary.
![]() |
| Jembatan gantung/Fandy Hutari. |
Jamilun
mengatakan, sebenarnya program Sobat Bumi yang dirancang Pertamina Foundation
lebih ideal ketimbang Adiwiyata untuk menciptakan sekolah yang baik dan bagus
dalam hal pengelolaan, kurikulum, sumber daya manusia, dan lingkungan hidupnya.
mengatakan, sebenarnya program Sobat Bumi yang dirancang Pertamina Foundation
lebih ideal ketimbang Adiwiyata untuk menciptakan sekolah yang baik dan bagus
dalam hal pengelolaan, kurikulum, sumber daya manusia, dan lingkungan hidupnya.
“Kalau Adiwiyata kita lebih berfokus ke kegiatan belajar mengajar dan kebutuhan
sekolah yang memang terkait betul dengan lingkungan hidup. Tapi kalau ini (program
Sekolah Sobat Bumi) saling melengkapi semua,” kata dia.
sekolah yang memang terkait betul dengan lingkungan hidup. Tapi kalau ini (program
Sekolah Sobat Bumi) saling melengkapi semua,” kata dia.
Lebih
lanjut, Jamilun mengatakan, Adiwiyata programnya masih harus diekspos secara
massal dan massif.
lanjut, Jamilun mengatakan, Adiwiyata programnya masih harus diekspos secara
massal dan massif.
“Karena di (sekolah) negeri pun belum banyak yang merasa
Adiwiyata menjadi kebutuhan sekolah. Itupun membutuhkan intervensi langsung
dari dinas-dinas di atasnya. Ada Dinas Lingkungan Hidup, kerja sama dengan Dinas
Pendidikan untuk mengintervensi sekolah.”
Adiwiyata menjadi kebutuhan sekolah. Itupun membutuhkan intervensi langsung
dari dinas-dinas di atasnya. Ada Dinas Lingkungan Hidup, kerja sama dengan Dinas
Pendidikan untuk mengintervensi sekolah.”
![]() |
| Tambak dalam Sekolah Citra Alam/Fandy Hutari. |
Jamilun mengatakan, sumber daya manusia harus dipersiapkan
untuk menjalankan program-program dalam sekolahnya.
untuk menjalankan program-program dalam sekolahnya.
“Jadi, program sebagus
apapun tapi kalau tidak dipersiapkan SDM-nya akan tidak efektif.” Konsistensi
dalam menjalankan program, kata Jamilun juga diperlukan.
apapun tapi kalau tidak dipersiapkan SDM-nya akan tidak efektif.” Konsistensi
dalam menjalankan program, kata Jamilun juga diperlukan.
*Artikel ini sejatinya untuk memenuhi isi dari buku proyek sebuah foundation BUMN. Reportase dan wawancara dilakukan pada November 2014.












