Mungkin telat. Tapi, tak apalah saya baru sempat menulis blog lagi sekarang. Kali ini, saya ingin cerita soal beberapa pertunjukan di Java Jazz Festival 2014, pada 28 Februari 2014 lalu. Jujur saja, ini even musik internasional pertama (dan mungkin terakhir karena nggak kuat bayar tiket hehe) yang pernah saya kunjungi. Malam itu, pukul 20.08, saya dan dua kawan menanyakan kepada bagian tiket untuk masuk ke acara Java Jazz di Jakarta International Expo, Kemayoran. Harganya? Fantastis, Rp 550 ribu. Lalu, kami mencari ATM terdekat. Baru saja kami meninggalkan loket setengah jam, harga tiket melambung lagi menjadi Rp 565 ribu.
Para calo tiket berkeliaran, seperti mencari mangsa pengunjung yang membutuhkan tiket masuk. Kami menanyakan kepada salah satu calo. Harganya? Ternyata setengah harga tadi. Saya heran, kenapa even internasional seperti itu ada juga calo yang berkeliaran bebas. Dengan Rp 250 ribu, saya membeli tiket dari calo tadi. Tanpa melihat nama di tiket tadi, saya menuju bagian cek karcis. Lalu, tiket tadi dicek dengan laser yang kemudian nama dari tiket terpampang di sebuah komputer. “Eh, tunggu dulu mas,” kata penjaga pintu masuk. Dia tertawa. “Kenapa mba?” saya jawab. “Nggak papa.” Kami pun masuk.
Di ruang Garuda Indonesia, Java Jazz Festival 2014, Gilang Ramadhan memberi warna baru bagi konsernya kali ini. Dia tampil bersama Adi Dharmawan (keyboard) dan Ivan Nestorman (gitar/vokal). Mereka tergabung dalam Komodo band. Pada pukul 21.00, Gilang solo drum selama hampir 20 menit. Solo drum itu membuat penonton di dalam ruang yang luas beralaskan karpet hitam seperti tersihir. Dalam penampilan kali ini penonton dihibur dengan lagu Erick Clapton dan Sting yang dibawakan dengan bahasa Flores oleh Ivan. Konser Komodo band berakhir tepat pukul 21.35. Adit, penonton asal Pasar Minggu, Jakarta Selatan, merasa terhibur dengan penampilan Komodo band. “Baru kali ini gua lihat dia main musik etnik, selain dia mainin solo drum tadi. Cukup menarik musik etnik dimainkan oleh musisi andal,” katanya.
| Joao Sabia dkk, mengucapkan “terima kasih banyak” kepada penonton. |
Setelah menikmati sedikit pertunjukan Gilang dkk, saya menuju ruang B1 Brazil Hall.






