candi, sembari membayangkan betapa hebatnya nenek moyang kita membangunnya,
menjadi salah satu pilihan pelesir di sini. Ada lima candi yang tersebar di
lereng gunung ini. Salah satu yang terpopuler dan wajib dikunjungi adalah Candi
Ceto.
menuju keruntuhan. Brawijaya V adalah raja terakhir Majapahit, sebelum akhirnya
takluk pada kerajaan Islam Demak. Ada 13 teras punden berundak, 9 teras di
antaranya sudah dipugar. Letak Candi Ceto ada di Dusun Ceto, Desa Gumeng,
Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Dari Kota Solo sekitar 40
kilometer dan memakan waktu satu jam lebih perjalanan menggunakan sepeda motor.
![]() |
| Arca mirip Bangsa Sumeria/Fandy Hutari |
pemandangannya lebih indah. Candi ini berada pada ketinggian 1.496 di atas
permukaan laut. Selain bisa menikmati kebesaran nenek moyang kita lewat pahatan
di bangunan candi dan arsitekturnya yang menawan, kamu juga dapat bersantai
sambil menghirup sejuknya udara lereng Gunung Lawu.
menuju Solo. Tarifnya sekitar Rp 450 ribu hingga Rp 650 ribu. Tarif ini
biasanya akan melonjak tajam ketika masa libur panjang tiba.
atau yang menuju Jawa Timur. Berangkat dari Stasiun Pasar Senen ke Stasiun Solo
Balapan, Purwosari, atau Solojebres. Tarifnya Rp 80.000 hingga Rp 340.000. Soal
tiket kereta api, kamu bisa cek langsung ke situs resmi kereta-api.co.id.
menuju Solo. Pilihan armada busnya pun sangat banyak. Biasanya keberangkatan
mulai pukul 16.00. Tarif rata-rata dari kelas non AC hingga super eksekutif Rp
150.000 hingga Rp 300.000. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa datang langsung ke
pool bus terdekat.
tempuh sekitar 549 kilometer.
bertuliskan “Kawasan Wisata Candi Sukuh dan Cethoâ€. Dari sana, kamu bisa
menggunakan ojek. Jarak dari gerbang ini masih 17 kilometer lagi menanjak ke
atas. Kalau kamu memilih menggunakan bus, segera menuju Terminal Tirtonadi
menggunakan becak atau ojek. Dari terminal ini, naik bus jurusan
Solo-Tawangmangu, lalu turun di Terminal Karangpandan. Dari Terminal
Karangpandan naik minibus jurusan Karangpandan-Kemuning, lalu turun lagi di
pertigaan Nglorog. Dari situ, kamu cegat ojek untuk naik ke Candi Ceto. Tarif
ojek biasanya Rp 50.000. Tapi kamu bisa tawar-menawar.
candi ini ada 9 teras yang sudah dipugar dan bisa kamu nikmati keeksotisannya.
Di teras pertama, kamu akan menemukan tiga arca sosok manusia, laki-laki dan
perempuan, sedang bersimpuh. Hingga kini, para peneliti belum bisa
mengidentifikasikan sosok arca ini. Naik ke teras kedua, kamu disuguhi halaman
luas padang rumput. Di teras ini terdapat petilasan leluhur masyarakat Ceto
bernama Ki ageng Krincingwesi. Teras ketiga mungkin merupakan teras yang paling
kaya akan ornamen dan arca. Ada ornamen memanjang menghampar di tanah, yang
menggambarkan phallur (kelamin laki-laki) bersentuhan dengan vagina (kelamin
perempuan). Ornamen yang hampir memenuhi halaman teras ketiga ini disatukan
dengan arca garuda. Simbol ini ditafsirkan sebagai lambang kelahiran kembali
setelah dibebaskan dari kutukan.
![]() |
| Ornamen-ornamen di lantai tiga/Fandy Hutari |
keenam, kamu akan menjumpai pendapa-pendapa besar yang mengapit jalan kecil
candi. Jika ramai pengunjung, pendapa-pendapa tadi digunakan untuk tempat
istirahat atau sekadar foto-foto. Namun, umat Hindu menggunakan pendapa ini
sebagai kegiatan upacara dan sembahyang. Bangunan pendapa-pendapa ini merupakan
bangunan yang bukan asli Candi Ceto. Pendapa-pendapa ini baru didirikan saat
pemugaran pada 1975-1976.
abdi setia Brawijaya V. Di teras kedelapan, ada arca Brawijaya dan Lingga
(kemalin laki-laki) dengan posisi vertikal. Teras paling atas merupakan teras
utama. Di sini ada sebuah candi besar yang di dalamnya terdapat bangunan
berbentuk kubus. Untuk masuk ke dalam bangunan itu, pintu masuknya sangat
sempit, hanya cukup untuk satu orang saja. Dan, pintu tersebut selalu terkunci,
hanya dibuka ketika ada upacara besar. Tempat ini merupakan tempat paling
sakral untuk memanjatkan doa.
sembahyang umat Hindu dan Kejawen untuk melakukan semadi. Maka jangan heran
jika kamu menemukan hio, sesaji, dan anglo di arca-arca yang ada di Ceto.
papan petunjuk menuju ke Pura Taman Saraswati dan Candi Kethek. Jaraknya dari
kompleks Candi Ceto sekitar 500 meter berjalan kaki.
![]() |
| Teras terakhir Candi Ceto/Fandy Hutari |
kelas melati. Tarif menginap di Solo antara Rp 120 ribu hingga Rp 8 juta per
malam. Kamu juga bisa memilih menginap di Karanganyar dengan harga mulai Rp 200
ribu hingga Rp 500 ribu. Mau lebih dekat lagi dari Candi Ceto? Tenang saja,
di depan gerbang kompleks candi sudah banyak berdiri penginapan sederhana berbentuk rumah. Harga yang ditawarkan mulai Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu per malam.

wisata ini sebelum memutuskan berangkat ke sana.
serta uang secukupnya.
ada baiknya meminjam atau ditemani menggunakan kendaraan pribadi.
akses ke sana sudah beraspal, medannya turun-naik lumayan berat.
sebelum berangkat.
ojek.
yang dilewati dengan berjalan kaki jauh dan menguras energi.
sebaiknya cari penginapan yang aman dan nyaman di sekitar Candi Ceto.
candi.
memasuki kawasan wisata Candi Sukuh dan Ceto Rp 2.000.
memasuki kawasan wisata Candi Ceto Rp 1.000.
kompleks Candi Ceto Rp 3.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 10.000 untuk
wisatawan mancanegara.
seikhlasnya untuk menyewa kain kampuh.
berangkat di pagi hari dan cuaca sedang cerah. Jika hujan, maka jalanan akan
semakin riskan dan licin untuk dilewati.









