Aditya Mempertanyakan Persatuan Bangsa

Karya Aditya/Fandy Hutari

Jika Anda berkunjung ke lantai dua Gedung Kantor Pos Kota Tua, Jakarta, dalam helatan Fiesta Fatahillah, Anda akan melihat banyak karya seni rupa kontemporer. Aditya Novali, seorang perupa kelahiran Solo, merupakan salah seorang seniman yang ambil bagian dalam pameran ini. Ada 5 karya instalasi buatan Aditya. Semuanya bertema kepulauan Indonesia. Bentuknya, ada deretan stempel yang jika kita cap kan ke kain putih yang panjang akan membentuk salah satu pulau di Indonesia, lalu ada pula pulau-pulau Nusantara di dalam akuarium yang airnya bergerak, pulau-pulau itu berantakan mengikuti deburan air.

Menurut Aditya, dia mendapat inspirasi dari Indonesia yang kaya akan budaya dan etnis. “Kadang juga kekayaan itu kan kadang menimbulkan pertanyaan juga tentang apa arti kesatuan sebagai sebuah bangsa. Dengan karya ini, saya ingin menantang audiens melihat Indonesia sebagai sebuah negara yang bersatu atau tidak,” kata Aditya ditemui di salah satu ruang pamer di lantai dua Gedung Kantor Pos Kota Tua, Jakarta, Kamis malam (13/3).
Aditya bercerita tentang arti persatuan di negara ini. “Makanya saya di sini peta itu saya pecah. Atau mengambil salah satu provinsinya saja. Karena kadang orang melihat provinsinya saja orang sudah mengerti itu Indonesia.” Yang menarik banyak perhatian pengunjung adalah karya Aditya berupa peta Indonesia yang berantakan oleh air di dalam akuarium. “Saya ingin mempermainkan ini, melihatnya bergejolak. Tapi juga yang menariknya, beberapa orang melihat sebagai sesuatu yang chaos, tapi ada yang melihat itu relaxing.”

Namun, Aditya bilang, tak bermaksud mengkritik keadaan Indonesia. “Saya cuma ingin bermain saja. Bermain imajinasi untuk melihat keadaan yabg terjadi di negeri ini dan apa yang bisa diperbuat untuk jadi lebih baik,” katanya.
Menurut Wulan, salah seorang pengunjung yang melihat karya-karya Aditya, karya yang paling menarik asalah peta Indonesia dalam akuarium yang hancur karena air. “Itu peta Indonesia. Kalau aku pikir, Indonesia terlalu banyak, entah pulau entah air jadi satu, yang sebenarnya sulit jadi satu,” kata mahasiswi S2 IKJ ini.
Selain karya-karya Aditya, di lantai dua gedung ini juga dipamerkan karya seni rupa Krisna Murti, FX Harsono,Iwan Effendi, Agan Harahap, Teguh Ostentrik, dan lain-lain.

LEAVE A REPLY